MOSKOW - Setengah dari total warga Rusia yang umumnya adalah warga manula, cukup kecewa dengan disintegrasi Uni Soviet. Warga-warga itu adalah warga manula dan warga yang tidak dapat memanfaatkan akses informasi seperti internet dan lainnya.
Data tersebut didapat lewat poling yang dilaksanakan pada Peringatan 90 Tahun Uni Soviet yang dilaporkan ke media Rusia dan Bulgaria. All-Russian Public Opinion Research Center (VCIOM) melakukan survei untuk permasalahan itu.
Pada 29 Desember 1922, Revolusi Bolsheviks melanda Kerajaan Rusia dan mengubah Rusia menjadi Uni Soviet. Persekutuan itu membentang dari Negeri Beruang Merah, Trans-Kaukasus, Ukraina hingga Belarusia.
Menurut data VCIOM, 56 persen warga Rusia kecewa atas pembubaran Uni Soviet. Jumlah itu dinilai turun dibandingkan tahun lalu. Demikian, seperti diberitakan Novinite, Senin (31/12/2012).
Sementara itu, 33 persen warga lainnya justru tidak kecewa akan transformasi itu. Mereka adalah pemuda, akademisi, dan pengguna internet. Pada 10 tahun yang lalu, jumlah pendukung pembubaran Soviet hanya 27 persen.
Pembubaran Uni Soviet diutarakan sendiri oleh pemimpinnya, Mikhail Gorbachev yang mundur dari jabatannya pada 25 Desember 1991. Perjanjian disintegrasi Soviet sendiri sudah ditandatangani pada 8 Desember 1991 oleh Pemimpin Rusia, Ukraina dan Belarusia.
(Aulia Akbar)