Ratusan Warga Suku Pegunungan Bayar Uang Darah Kasus Pembunuhan

Mathias Ryan, Jurnalis
Jum'at 08 Februari 2013 09:38 WIB
Share :

MANOKWARI - Puluhan polisi dan ratusan warga suku pegunungan Papua berkumpul di aula Mapolres Manokwari, Papua Barat, Jumat (8/2/2013) pagi.
 
Warga suku pegunungan datang ke mapolres untuk membayar denda adat atau uang darah terkait pembunuhan yang dilakukan warga suku mereka terhadap seorang warga suku Arfak, Eimon Orocomma, pada November 2012.

Kedatangan ratusan warga suku pegunungan itu sempat membuat warga yang bermukim di sepanjang jalan utama Kota Manokwari panik. Mereka sempat khawatir terjadi bentrokan.

Kapolres Manokwari, AKBP Rico Taruna Mauruh, memfasilitasi pertemuan ratusan warga pegunungan dengan salah seorang tokoh adat Suku Arfak, Obed Ariks Ayok.

Dalam pertemuan tersebut, warga suku pegunungan melakukan prosesi buka noken (tas tradisional suku pegunungan) sebagai bentuk pemberian sumbangan untuk membayar denda adat.

Tak hanya warga pegunungan, para perwira polisi pun tampak ikut memberi sumbangan. Uang yang terkumpul akan diberikan kepada keluarga korban.

Rico mengatakan, pembayaran belum dapat dilakukan saat ini karena keluarga korban tidak berada di Manokwari. Sehingga, uang denda adat baru akan diberikan pekan depan.

Menurut Rico, dengan dilakukannya denda adat ini, tidak tertutup kemungkinan proses hukum terhadap pelaku dihentikan. Proses hukum sendiri saat ini sudah sampai Kejaksaan Negeri Manokwari.

Simon tewas di RSU Manokwari setelah dianiaya menggunakan martil oleh warga suku pegunungan bernama Veranus. Saat itu, pelaku menganiaya korban dalam kondisi mabuk minuman keras.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya