Foto Mayat Bin Laden Ditemukan, Warga Tak Boleh Lihat

Aulia Akbar, Jurnalis
Selasa 19 Februari 2013 12:51 WIB
Foto : Osama bin Laden (outdoorlife)
Share :

WASHINGTON - Beberapa foto Osama Bin Laden yang tewas dalam serangan pasukan Amerika Serikat (AS) ditemukan oleh Dinas Intelijen AS (CIA). Meski demikian, foto itu tetap dilarang beredar.

Penemuan foto itu diumumkan dalam surat yang dilayangkan ke Kementerian Kehakiman AS. Foto itu merupakan foto jasad Pemimpin Al Qaeda yang tewas diserbu pasukan AS di Abbottabad, Pakistan, pada Mei 2011 lalu.

Foto-foto Bin Laden itu merupakan permintaan dari salah seorang anggota tim hukum LSM Judicial Watch, Michael Bekesha, ke Kementerian Kehakiman AS. Permintaan itu didasari atas Undang-Undang Kebebasan Informasi di AS. Kementerian Kehakiman AS langsung membalas surat dari Bekesha itu.

"CIA sudah menemukan tujuh foto jasad Osama bin Laden sejak 1 Mei 2011, lewat operasi militer yang menewaskannya. Foto-foto tambahan ini tidak ditemukan di saat CIA menyelidiki kasus ini. Namun, foto-foto mayat Bin Laden ini sama dengan materi-materi yang diselidiki oleh CIA sebelumnya," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman AS, seperti dikutip Huffington Post, Selasa (19/2/2013).

Pengadilan rendah mendukung keputusan Pemerintah AS untuk tetap merahasiakan foto-foto Bin Laden. Namun Mahkamah Banding Federal AS mulai mempertimbangkan perilisan khusus bagi 52 foto Bin Laden untuk Judicial Watch.

Sejauh ini, Judicial Watch mengatakan bahwa mereka tidak berniat mencari informasi mengenai teknik atau perlengkapan apa yang digunakan pasukan AS dalam menyerbu Osama Bin Laden. Namun Presiden Barack Obama berkali-kali mengatakan, perilisan foto itu justru akan membahayakan keamanan warga AS.

"Penting bagi kita semua, foto seseorang yang ditembak tidak boleh beredar karena hal itu akan memicu kekerasan atau alat propaganda," ujar Presiden Barack Obama, pada 2011 lalu.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya