"Xi Jinping Membawa China Menjadi Negara Maoist Ortodoks"

Aulia Akbar, Jurnalis
Jum'at 31 Mei 2013 12:02 WIB
Foto : Presiden China Xi Jinping (Reuters)
Share :

BEIJING - Sekelompok keluarga korban Tragedi Tiananmen 1989 mengecam keras Presiden Xi Jinping. Mereka menilai, Xi gagal melakukan reformasi politik dan saat ini China semakin terbelakang layaknya negara Maoist Ortodoks.

Salah seorang ibu dari aktivis Tiananmen sudah lama mendesak Pemerintah China berdialog bersama keluarga korban, dan meninjau ulang demonstrasi pro-demokrasi yang berlangsung 4 Juni 1989 itu. Seperti diketahui, demonstrasi tersebut dianggap Pemerintah China sebagai tindakan kontra-revolusi yang patut dihentikan.

"Apa yang saat ini kita saksikan dengan jelas adalah, kemunduran besar menuju negara Maoist Ortodoks," ujar keluarga korban Tiananmen.

Lembaga HAM New York yang berbasis di China melayangkan surat ke Pemerintah China. Mereka mengatakan, saat ini Xi masih belum menunjukkan itikad baik Pemerintah China dalam menanggulangi masalah itu meski Xi dipandang sebagai sosok yang jauh lebih moderat ketimbang pendahulunya.

"Sikap ini jelas membuat individu-individu itu kecewa. Mereka sudah menaruh harapan besar akan adanya reformasi," demikian pernyataan lembaga HAM itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (31/5/2013).

Beberapa intelektual China berpendapat, Xi akan mengikuti jejak ayahnya Xi Zhongxun yang juga dianggap sebagai seorang reformis ketika menjadi Wakil Perdana Menteri China dan Wakil Ketua Parlemen.

Namun Xi tetap melakukan pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi di internet serta menahan aktivis anti-korupsi. Warga menilai, tidak akan ada perbedaan yang mencolok antara Xi dan pendahulunya, Hu Jintao.

Sejauh ini, topik pembicaraan mengenai Tiananmen masih menjadi hal tabu di China. Beberapa aktivis Tiananmen yang cukup berpengaruh juga masih mendekam di penjara.

(Aulia Akbar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya