JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai hanya dimanfaatkan oleh orang-orang di sekelilingnya untuk kepentingan tertentu. Sebab seringkali kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berbalik menjadi boomerang bagi Presiden SBY.
Bahkan politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo menyebut orang-orang di sekeliling Presiden SBY dengan istilah "Sengkuni". Berbagai ulah "Sengkuni" itu dituangkan Bambang dalam bukunya berjudul 'Presiden dalam Pusaran Politik Sengkuni'.
"Para pembantu presiden melakukan manuver-manuver yang hasilnya membuat presiden mati gaya dan terpojok," kata Bambang dalam launching bukunya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2013).
Menjelang akhir masa jabatanya, kata Bambang, Presiden SBY seolah kehilangan arah dan tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik lantaran terkena pengaruh dari para "Sengkuni". Akibatnya, tidak ada program pemerintah yang terealisasi.
"Enggak ada target sebagaimana janji-janji kampanye sebagai hal yang diperjuangkan. Jadi enggak ada pegangan. Kita sebenarnya kehilangan sosok presiden yang dulu pernah kita kagumi. Seringkali langkahnya itu melawan akal publik," sindirnya.
(Dede Suryana)