CANBERRA - Australia dilaporkan kembali mendepak kapal pencari suaka kembali ke perairan Indonesia. Bahkan, insiden yang ketiga kalinya berlangsung tersebut diwarnai dengan penembakan yang dilakukan oleh personel Angkatan Laut Australia.
Pengusiran yang dilakukan oleh pihak Australia adalah ketiga kalinya sejak 31 Desember 2013. Meskipun ulah Negeri Kanguru tersebut memicu keberatan dari pihak Indonesia, sepertinya Australia tetap mengacuhkannya.
Sebelumnya, dua kapal berisi pencari suaka yang ingin mendarat di Australia, dipaksa kembali oleh Angkatan Laut Australia. Penumpang dari kedua kapal tersebut saat ini berada dalam penampungan di Pulau Rote.
Menurut Fairfax Media, Kamis (16/1/2014), yang mendapatkan keterangan dari Kepolisian Indonesia, kapal tersebut berisi 25 orang penumpang dari Bangladesh dan Myanmar. Kapal diawaki oleh dua orang warga Indonesia.
Seorang warga Bangladesh yang diketahui bernama Snilul mengakui bahwa AL Australia melepaskan tembakan ke udara untuk menakuti mereka. Beruntung tidak ada yang terluka dalam kejadian ini.
Snilul mengatakan, mereka berangkat dari Medan, Sumatera Utara dan sudah melakukan pelayaran selama 10 hari. Setelah didepak oleh pihak Australia, mereka berlayar menuju pesisir selatan Pulau Jawa.
Untuk sementara, para pencari suaka tersebut dibawa ke sebuah hotel di Rangkasbitung. Namun setelah ditelusuri oleh Fairfax Media, para pencari suaka tersebut sudah keluar dari hotel dan tidak diketahui keberadaannya.
(Fajar Nugraha)