JUBA - Hal mengejutkan terungkap dalam konflik Sudan Selatan. Perang ini ternyata melibatkan anak kecil.
Menurut Pejabat PBB urusan HAM Navi Pilay, jumlah anak yang dijadikan tentara sama sekali tidak sedikit. Bahkan, jumlah mencapai lebih dari 9.000.
"Yang paling penting saat ini agar kedua pemimpin saling bersatu agar rakyat Sudan Selatan tidak dikhianati," jelas Pilay, seperti dikutip dari Al Jazeera, Kamis(1/5/2014).
Konflik di negara termuda ini sudah berlangsung selama empat bulan. Awalnya, konflik tersebut dimulai dari pemecatan Wakil Presiden Riek Machar oleh Presiden Salva Kiir.
Semenjak itu, Sudan Selatan masuk dalam jurang krisis. Sejumlah pihak menyebutkan dalam konflik tersebut telah terjadi pembantaian massal.
(Andreas Gerry Tuwo)