Herman terpaksa berurusan dengan polisi karena merekayasa foto Mayangsari saat berpose bersama Bambang Trihatmodjo. Foto Mayangsari diganti dengan SBY. Hasil editan itu kemudian ditampilkan di blog yang dikelolanya. Namun SBY tidak memperpanjang masalah tersebut. SBY meminta agar Herman hanya dinasehati saja. Kasus ini pun dihentikan setelah Herman menghapus foto rekayasa itu di blognya.
Kasus penghinaan lainnya terhadap SBY terjadi pada 2013 melibatkan Ketua FPI Habib Rizieq Shihab. Melalui situs FPI, Habib Rizieq menyebut SBY bukan negarawan cermat dan teliti dalam melihat pemberitaan media massa. Habib bahkan menyebut SBY sebagai pecundang dan suka menebar fitnah.
Pernyataan Habib Rizieq itu disampaikan setelah SBY berkomentar mengenai organisasi yang kerap melakukan aksi kekerasan. Kapolri yang saat itu dijabat Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan, pihaknya menyelidiki kasus tersebut.
SBY juga kerap mendapat kritik pedas, sindiran, bahkan hinaan pada periode kedua jabatannya. Di antaranya, aksi unjuk rasa di mana peserta menempelkan foto SBY di hewan ternak, penggunaan pelat nomor polisi yang angka membentuk kata “bego”, dan bingkai foto SBY di DPR diturunkan dan dipecahkan.
Dia juga kerap disindir di media sosial Twitter. Salah satu yang ramai adalah hastag #ShameOn YouSBY terkait pengesahan UU Pilkada.
(Dian AF)