HONG KONG – Pembunuh WNI di Hong Kong, Rurik Jutting, ternyata psikopat. Itu diketahui dari email terakhirnya saat meninggalkan kantor Bank of America Merrill Lynch.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang bankir asal Inggris bernama Rurik Jutting membunuh dua pekerja seks komersial (PSK). Salah satu korban berasal dari Indonesia bernama Sumarti Ningsih.
Setelah seharian memeriksa isi smartphone tersangka, polisi menduga korbannya lebih dari dua. Sebab polisi menemukan ribuan foto dan video pelaku bersama banyak perempuan.
Robert Kissel merupakan seorang pelopor di Bank of America Merrill Lynch. Dia mempekerjakan Jutting hingga satu pekan yang lalu. Hal ini diketahui dari automatic reply yang didapat rekannya saat mengirim email ke Jutting. Pesan tersebut menyebutkan kalau Jutting sudah tidak bekerja lagi dan meminta para pengirim mencari orang yang bukan psikopat.
"Saya keluar dari kantor. Tidak terbatas. Untuk pertanyaan yang mendesak, atau memang ada pertanyaan, silakan menghubungi seseorang yang bukan psikopat. Untuk eskalasi silakan hubungi Tuhan, meskipun menduga iblis akan memiliki hak asuh [garis terakhir hanya benar-benar bekerja jika saya telah ditindaklanjuti],” demikian tulis Jutting, dikutip dari Daily Mail, Senin (3/11/2014).
Jutting mulai tinggal di Hong Kong sejak Juli tahun lalu. Belum jelas apakah pengunduran diri ini berkaitan dengan kasus pembunuhan yang dilakukannya.
(Hendra Mujiraharja)