JAKARTA - Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipastikan akan naik akhir tahun ini. Imbas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, internal PDI Perjuangan pun menjadi terpecah, ada yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menilai perpecahan di tubuh PDIP menyoal kenaikan harga BBM tak lain disebabkan oleh kekecewaan mendalam terhadap Jokowi.
“Saya melihat ini ada kekecewaan di PDIP karena komposisi kabinet Jokowi. Jumlah PDIP sama dengan partai lain, oleh karena itu terjadi suara kritis di parlemen soal BBM, momennya pas antara sakit hati karena kecewa dan kenaikan BBM,” terangnya saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Rabu (5/11/2014) malam.