Tidak hanya itu, sikap ketua umum PDIP itu yang belum memberikan sinyal positif terhadap keputusan tersebut sehingga membuat para kadernya bersuara lantang menolak kenaikan BBM karena tidak sesuai dengan buku putih dan prinsip PDIP yang membela rakyat.
“Megawati masih belum bersikap tegas dengan keputusan kenaikan BBM di parlemen, dia belum beri tanda mendukung atau menolak, ini yang memicu perpecahan. Di sisi lain banyak anggota PDIP yang masih memegang prinsip di sisi lain ada kebijakan Jokowi yang akan menaikan harga BBM,” terangnya.
Menurutnya, anggota PDIP harus patuh terhadap keputusan pimpinan partai. Jika Megawati belum memberikan keputusan, mereka harus mematuhi kebijakan Megawati.
“Kuncinya ada di Megawati, dan anggota harus loyal terhadap keputusan ketua umum,” tutupnya.
(Rizka Diputra)