KENDAL - Basri, warga Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal Jawa Tengah, sudah 20 tahun menjadi juru kunci dan penjaga Gunung Prahu secara sukarela. Selama menjadi penjaga gunung, kakek berusia 60 tahun itu tidak pernah dibayar sepeser pun.
Meski usia tidak lagi muda, Mbah Basri sapaan akrab Basri, masih tegap. Tanpa lelah ia berkeliling berjalan kaki menyusuri hutan di Gunung Prahu. Kakek yang tinggal di bekas bangunan sekolah dasar itu, setiap hari menapaki jalan menuju puncak gunung sambil membawa bibit pohon untuk ditanam.
Ia terus menaman pohon dan menjaga kelestarian gunung tersebut. Bahkan Mbah Basri mengharuskan setiap pendaki yang hendak naik Gunung Prahu untuk membawa pohon dan ditanam di puncak.
Baginya menjaga hutan dilakukan agar kelestariannya dapat dijaga untuk anak cucu dan warga di sekitar lereng gunung . Menurutnya, sumber air di Gunung Prahu sangat vital bagi kehidupan warga di sekitar lereng gunung. Jika tidak dijaga dan dipelihara, akan berdampak pada kebutuhan air bersih bagi warga.
Sehingga Mbah Basri siap mati untuk menghalau para pelaku pembalakan liar yang mengakibatkan kerusakan hutan. Bertemu pembalak dan pencuri kayu sudah sering, namun Mbah Basri tidak menangkap hanya memberi pengertian.