"Saya suka pakai batu akik ini bukan karena sekarang harganya sangat gila-gilaan, tapi saya merasa sangat berwibawa dan terlihat jantan sekali kalau pakai batu akik ini. Kalau kedua batu akik saya ini, harganya murah. Beda jauh dengan harga batu akik saat ini," bebernya merendah.
Dia mengaku tak terbesit sama sekali menekankan cincin tersebut sebagai sesuatu yang bersifat klenik. Namun, Kustawa menekankan penghayatan penggunaan cincin secara spiritual sebagai salah satu sunnah rasul.
Namun ada pula keyakinan pengguna batu akik adanya aura mistis di batu yang mereka pakai. Keyakinan itulah yang mendorong Sumarni, warga Alas Tua, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah ini untuk datang ke lokasi penjual batu akik di kios Alun-Alun Utara, Keraton Kasunanan Surakarta.
Sumarni yang datang bersama anaknya ini mengaku, dirinya tengah mencari emban atau ikatan untuk batu akik pemberian dari keluarganya. Sumarni meyakini batu akik berwarna merah jambu pemberian dari neneknya tersebut bisa membuat siapa saja yang melihatnya akan timbul rasa iba atau lazim disebut pengasihan.
"Ini dari nenek saya. Katanya ini batu pengasihan. Batu ini diberikan nenek saya biar orang-orang kalau ketemu saya kasihan. Soalnya ini batu pengasihan. Cocok untuk saya yang berjualan soto," papar Sumarni.