Pemerintah Akan Cabut Kewarganegaraan WNI yang Gabung ISIS

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Kamis 19 Maret 2015 12:32 WIB
Menteri Tedjo dalam Rapat Polhukam di Istana Negara (foto: Antara)
Share :

Dikatakan Tedjo, Pemerintah Turki akan mendeportasi 16 WNI yang ditahan. Namun, yang bersangkutan tidak mau kembali ke RI. "Apa mau kita paksa, kan itu hak mereka juga, ada suaminya orang sana, ada orangtua yang bawa anak-anaknya ke sana," kata Tedjo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tidak semua WNI berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Sebagian dari mereka berniat mencari pekerjaan. "Jadi kita pilah-pilah. Motifnya ada dua, soal keyakinan dan ada yang ekonomi," ucapnya.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah berhati-hati dalam menangani permasalahan ini. "Kalau kita sama-ratakan, bekerja terus dicabut (status) WNI-nya, enggak bisa juga dong," terangnya.

WNI yang sudah dicabut kewarganegaraannya, lanjut dia, tidak bisa seenaknya kembali ke Indonesia. "Kalau mereka sudah bergabung di sana, status WNI-nya dicabut, kan harus bawa paspor ke sini," tandasnya.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya