Polda Klarifikasi Insiden Polisi Ngamuk di Bus Transjakarta

Misbahol Munir, Jurnalis
Sabtu 28 Maret 2015 20:44 WIB
Share :

Ketika anggota kami sedang merekayasa lalu lintas, tiba-tiba ada Pengendara sepeda motor Honda Supra datang menghampiri petugas dan memalangkan motornya di jalur Transjakarta, lantas orang tersebut turun dari kendaraan dan membuka helm serta berkata “Pak tolong saya Pak… saya hampir diserempet busway itu… saya bisa mati Pak!!” Lalu orang tersebut mengatakan “Saya anggota Polri juga Pak”.

Tak lama kemudian Bus Transjakarta yang dimaksud pengendara tersebut datang dan berhenti tepat di depan Brigadir K. Lalu terjadi cekcok mulut antara Pemotor dan Pengemudi Bus Transjakarta. Kemudian Aipda K berusaha melerai sedangkan Brigadir M menghampiri bus tersebut. Karena jalur di belakang semakin padat akibat bus berhenti dan kedua pihak masih belum ada kata sepakat maka kedua Petugas kami akan bermaksud mengambil surat-surat kedua kendaraan tersebut dan hendak meminggirkan kedua kendaraan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas.

Setelah itu Brigadir M mengetuk pintu Bus supaya dibuka, lalu masuk ke Bus untuk meminta surat-surat kendaraan dari Pengemudi Bus Transjakarta. (kelanjutan dari kejadian diatas dapat dilihat di Youtube). Dan hal ini adalah prosedur standar saat penanganan kecelakaan lalu lintas, Polri mempunyai kewenangan mengamankan surat-surat dan kendaraan yang terlibat kecelakaan serta membawa ke Rumah Sakit bila ada korban luka-luka ataupun meninggal dunia.

Karena lalu lintas semakin padat maka Aipda K menginformasikan kepada TMC bahwa ada kejadian kecelakaan, TMC melalui Wakasat Gatur Kompol Winarno memerintahkan kepada Perwira yang bertugas di Pos penugasan (penggal jalan) tersebut untuk segera menuju lokasi dan mengecek situasi di tempat kejadian. Tidak lama kemudian Ipda Supono SH menuju lokasi kecelakaan dan membantu penanganan kejadian.

Ipda Supono SH selanjutnya menanyakan ke Pengendara sepeda motor apakah ada luka atau tidak, dijawab tidak. Lalu ditanyakan ada kerugian material atau tidak, juga dijawab tidak. Kemudian Ipda Supono SH menjelaskan kepada kedua belah pihak apabila tidak ada kerugian dari kedua belah pihak maka silakan melanjutkan perjalanan, namun apabila belum puas maka surat-surat dan kendaraan tetap disita dan selanjutnya akan dilimpahkan kepada Unit Laka Polda Metro Jaya.

Karena situasi sudah semakin lama di dalam bus dan arus lalu lintas semakin padat, kedua belah pihak mencapai titik temu dan sama-sama melanjutkan perjalanan kembali. Ipda Supono SH lalu naik ke atas bus dan menjelaskan kepada seluruh penumpang permohonan maaf apabila terpaksa harus menyita waktu dan mengganggu perjalanan serta menjelaskan bahwa masalah telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya