Untuk diekspor, Sri berserta suaminya hanya mengirim bahan batu akik berukuran besar. Harganya sesuai kualitas, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per kilogramnya.
Dalam seminggu, semula usahanya bisa mengekspor satu kontainer batu akik. Namun sejak batu tawon semakin laris, ditambah lagi orang asing dari China, Korea, dan Taiwan datang langsung ke tempatnya, dalam satu minggu ia bisa menjual 22 ton batu akik dengan kualitas super.
Dan belum lama ini ia mendapatkan bantuan berupa mesin potong batu dari pencita akik asal Korea, untuk lebih mendukung kinerjanya dalam membelah batu. Dia juga mendapatkan kontrak ekspor 11 kontainer batu tawon ke Taiwan.
"Saat ini baru terpenuhi tujuh kontainer. Selain itu juga saya akan mendatangkan pengerajin batu akik untuk memberikan pengajaran bagi warga," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)