JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah geram dengan pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-Moon yang meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan kembali hukuman mati di Indonesia.
Menurut Fahri, PBB menggunakan standard ganda dalam melihat persoalan. Pasalnya, PBB sama sekali tidak berkomentar saat ada WNI yang dihukum di Arab Saudi.
"Wajar Presiden mengusulkan perubahan tata kelola PBB karena standard ganda. Nyawa Indonesia dia diam saja. Di Saudi Arabia, tapi giliran nyawa mereka seperti mahal betul," tukasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2015).
Bahkan, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku muak dengan sikap PBB tersebut.