"Kampret, kampret ini PBB, muak kita, enggak usah ajarin soal kemanusiaan. HAM itu sudah ada kalau sudah antek mereka. Kemarin hukum mati koruptor, sekarang nyawa orang luar (disebut pelanggaran-red) HAM," ketus Fahri.
Politisi PKS ini menambahkan, kejahatan narkoba telah merenggut banyak nyawa manusia. Untuk itulah, kata dia, nyawa harus dibayar dengan nyawa.
"Korupsi kejahatan terhadap harta. Memiskinkan koruptor itu rasional karena harta dibayar harta. Tapi pembunuh nyawa dibayar nyawa," tegas Fahri.
(Rizka Diputra)