Purcell menambahkan, saat ini banyak pengamat di Australia mengatakan bahwa mayoritas warga Australia menginginkan Indonesia terkena dampak penghentian bantuan dari Pemerintah Australia.
“Banyak pendapat publik yang menginginkan Indonesia terkena dampak penghentian bantuan dari Pemerintah Australia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan itu nantinya malah akan beresiko terhadap hubungan diplomatik RI-Australia. Mungkin saat ini itulah hal yang sedang dipusingkan oleh Menlu Bishop,” ujar Purcell.
Ternyata, Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena imbas pemotongan dana bantuan dalam anggaran Australia 2015. Beberapa negara Afrika seperti Botswana, Kenya, Zimbabwe, Angola dan Ethiopia turut terkena pemotongan bantuan.
Negara-negara Afrika itu merasa terpukul dengan adanya pemotongan bantuan. Duta Besar negara-negara Afrika di Australia dilaporkan meminta Pemerintah Australia untuk tidak memotong anggaran dana bantuan untuk mereka, setidaknya untuk saat ini, karena mereka sangat membutuhkan bantuan itu.
"Mereka ‘memohon’ kepada Pemerintah Australia untuk tidak memotong anggaran dana bantuan ke negara mereka, karena tingkat kemiskinan yang cukup tinggi," ungkap seorang anggota Parlemen dari Partai Liberal yang turut hadir dalam pertemuan antara Dubes negara-negara Afrika dengan Pemerintah Australia.
(Hendra Mujiraharja)