“Singkatnya, saya ingin partai saya dan pemerintahan yang akan saya pimpin untuk merebut kembali mantel yang seharusnya tidak pernah hilang dari kita - mantel Kesatuan Bangsa, Satu Inggris. Seperti itulah saya akan memerintah jika saya cukup beruntung dapat membentuk pemerintahan dalam beberapa hari ke depan,” lanjutnya, sebagaimana yang dilansir BBC, Jumat (8/5/2015).
Menyusul kemenangan Cameron tersebut, para pemimpin partai pesaingnya ramai-ramai mengundurkan diri.
Ed Miliband, Nick Clegg, dan Nigel Farage yang memimpin Partai Buruh, Liberal Demokrat, dan Partai Kebebasan Inggris (UKIP) menyatakan pengunduran diri mereka. Ketiganya mundur hanya dalam waktu 52 menit, yang dimulai dengan pengunduran diri Farage yang disusul Clegg dan ditutup dengan Miliband.
Ketiganya tampak sangat kecewa dengan hasil pemilihan kali ini. Miliband mengatakan dirinya bertanggung jawab atas kekalahan Partai Buruh yang sebenarnya diunggulkan untuk memenangkan pemilu Inggris. Clegg menyatakan bahwa Inggris berada dalam masa kelam karena kemenangan Tory. Sedangkan Farage menyatakan akan mundur dari politik untuk sementara waktu.
(Hendra Mujiraharja)