PARIS - Wikileaks baru saja memublikasikan dokumen yang menunjukkan Agen Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) telah menyadap pembicaraan tiga presiden Prancis terakhir. Dokumen tersebut membeberkan pembicaraan di Paris yang membahas ekonomi Yunani, hubungan Prancis dengan Jerman, dan mata-mata asal Amerika Serikat (AS).
Juru Bicara Wikileaks, Kristinn Hrafnsson, percaya dengan keabsahan dokumen tersebut. Dia memberi catatan bahwa dokumen yang mereka publikasikan sebelumnya, termasuk dokumen diplomatik Arab Saudi, telah terbukti akurat.
Kantor Kepresidenan Prancis tidak memberi komentar mengenai hal tersebut. Hal senada disampaikan Juru Bicara NSA, Ned Price yang mengatakan, Pemerintah AS tidak akan berkomentar mengenai pembocoran dokumen tersebut.
"Secara umum, kami tidak melakukan kegiatan pengawasan intelijen luar negeri kecuali ada tujuan keamanan yang spesifik dan telah divalidasi. Hal ini berlaku untuk warga biasa dan para pemimpin dunia," ujar Ned Price kepada The Associated Press, Rabu (24/6/2015).
(Pamela Sarnia)