Kraton Cakraningrat IV Disulap Jadi Ponpes Sembilangan

Syaiful Islam, Jurnalis
Sabtu 27 Juni 2015 02:32 WIB
Ponpes Sambilangan (foto: Syaiful Islam/Okezone)
Share :

Selain itu, di belakang bangunan kuno juga terdapat sebuah kolam atau Patertan, sebutan sumber air tempat mandi putri-putri keraton pada masa Kerajaan Cakraningrat IV. Kedalam air pada kolam ini tidak terlalu dalam, hanya sekitar setengah meter. Di dalam kolam banyak ikan bileng, bentuknya seperti ikan lele. Kini, sumber air tersebut dikeramatkan.

"Ponpes ini usia sudah ratusan tahun yang lalu. Bisa jadi salah satu ponpes tertua disini. Karena pertama kali yang mendirikan ponpes ini menantunya Cakraningrat IV yakni Kiai Abdul Karim," terang Pengasuh Ponpes Sembilangan, KH Moh Sofwen, ketika dikonfirmasi wartawan.

Sofwen menceritakan, dulu para santri di ponpes Sembilangan ikut membantu perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dalam melawan penjajah. Sebab, para santri selain dibekali ilmu tentang agama, juga diajari ilmu untuk melindungi diri sendiri seperti pencak silat.

"Disini banyak ditemukan benda peninggalan zaman keraton seperti kereta yang berusia 200 tahun dan pintu gerbang, yang dibangun pada tahun 1939. Disamping itu, juga ada tombak sisa dari kerajaan Cakraningrat IV," ucap keturunan keenam dari Kiai Abdul Karim itu.

Menurut Sofwen, sejarahnya keraton berubah menjadi ponpes Sembilangan bermula ketika Putri Cakraningrat IV menikah dengan Kiai Abdul Karim. Seiring dengan perkembangan zaman dan peralihan kekuasaan, akhirnya keraton tesebut jadi pesantren.

Semua benda peninggalan keraton Cakraningrat IV masih dirawat dengan baik secara turun temurun. Sehingga benda-benda saksi sejarah dalam kondisi bagus, salah satunya bangunan keraton. Pihaknya tidak berani merubah wajah dari bangunan keraton.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya