"Kami hanya memperbaiki jika ada bangunan yang rusak. Misal, tembok mengelupas dan melakukan pengecatan dengan warga yang sama. Sehingga tidak sampai merubah wajah asli dari bangunan kuno ini. Sampai sekarang masih ditempati," ucapnya.
Begitu juga dengan kolam, sambung Sofwen, yang merupakan tempat pemandian para putri keraton Cakraningrat IV. Sampai saat ini kondisi masih bagus dan sumber airnya masih ada. Banyak warga yang datang kesana untuk mengetahui secara langsung seperti apa bentuk kolamnya.
"Bagi warga yang datang ke kolam diharapkan mematuhi aturan yang ada. Supaya benda bersejarah tersebut masih tetap ada," ucapnya.
Pengunjung yang datang kesana dilarang mandi di kolam. Hanya saja pengunjung diperbolehkan berwudu dan mengambil air secukupnya. Sebagian masyarakat menyakini air yang ada pada sumber tersebut bisa menyembuhkan sejumlah penyakit.
(Fiddy Anggriawan )