Kesaksian Juru Kunci Ihwal Orang Mengaku Keluarga Bung Karno

, Jurnalis
Minggu 05 Juli 2015 02:26 WIB
(Foto: Okezone)
Share :

BLITAR – Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Tak terkecuali dirasakan Juni (40). Pada Ramadan dua tahun lalu, ia harus meninggalkan status karyawan lepas di Kantor Dinas Pariwisata Kota Blitar, Jawa Timur.

Pria asal Jalan Ciliwung Kota Blitar saat itu dipercaya pemerintah setempat untuk menjadi juru kunci Makam Sukarno atau Bung Karno di Bendogerit, Kota Blitar. Ia tidak menolak atau menyesalinya, sebaliknya, bangga.

“Bagi saya tugas ini membanggakan,” kata Juni di sela-sela tugasnya sebagai juru kunci makam presiden Indonesia yang pertama.

Juni pantas merasakan kebanggaan karena merupakan satu di antara warga Blitar yang dipercaya mengemban tugas menjaga Makam Sang Proklamator ini. “Saya yang orang kecil, dipercaya menjadi juru kunci orang nomor satu di Indonesia. Senang,” katanya.

Setiap bulan, Juni mendapat gaji dari Dinas Pariwisata Kota Blitar sebesar Rp 1,2 juta per bulan. Dia juga kerap mendapat rezeki dari pengunjung makam. “Ini pekerjaan yang tidak akan saya tinggalkan selama hidup saya ,” tambahnya.

Bagi Juni, pekerjaan sebagai seorang juru kunci selain bertugas memandu peziarah berdoa, namun juga harus mempunyai wawasan luas tentang sejarah Bung Karno beserta keluarga besarnya. Karakter peziarah pun juga bervariasi. Dari yang sekedar mengirim doa, meminta ‘petunjuk’ Bung Karno dengan bertapa sampai menyajikan sesaji dengan beragam bunga dan dupa. “Semua harus dihadapi dengan ramah asalkan sesuai petunjuk dari Dinas Pariwisata dan tidak menyalahi norma yang ada,” kata bapak dua anak ini dengan tersenyum.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya