Dia pun menghampiri polisi itu di rumahnya untuk melakukan konfirmasi. “Saya tergerak dong untuk bertanya, kok bandar yang ditangkap semalam bisa jalan bareng polisi,” katanya.
Saat meminta konfirmasi, Muhajir langsung dipukul oleh AA. Sebelum memukul, pelaku yang saat itu masih mengenakan seragam polisi menendang motornya terlebih dahulu.
“Setelah AA memukul saya, bandar narkoba itu ikut memukuli saya,” sambungnya.
Tak terima dipukul, Muhajir melapor ke Polresta Samarinda. Dia juga menyerahkan bukti visum dari Rumah Sakit Umum Daerah AW Syahranie Samarinda. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari proses laporan tersebut.
“Anehnya, Ipda AA malah melaporkan balik saya dengan tuduhan memasuki pekarangan rumah orang lain tanpa ijin,”ucapnya.