BRATISLAVA – Pemerintah Slovakia menyatakan bahwa negara mereka lebih memilih menerima pengungsi yang beragama Kristen sebagai bagian dari rencana Uni Eropa untuk menempatkan orang-orang yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah, Asia, dan Afrika.
“Slovakia sebagai negara Kristen dapat membantu umat Kristen dari Suriah untuk menemukan rumah baru di Slovakia,” kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Slovakia, Ivan Netik, sebagaimana dilansir Russia Today, Jumat (21/8/2015).
Namun, mereka menegaskan bahwa hal itu bukan karena melakukan diskriminasi terhadap agama tertentu, melainkan karena komunitas Muslim di negara itu sangat kecil dan tidak adanya fasilitas ibadah bagi umat Islam di sana.
“Di Slovakia kami hanya memiliki komunitas Muslim yang sangat kecil. Kami bahkan tidak memiliki masjid,” tambah Netik.