"Tahun ini Saudi Arabia menerapkan sistem e-haj, yang berlaku ke seluruh negara dunia yang mengirim jamaah haji," tambahnya.
"Di mana data setiap jamaah haji terhimpun dalam bentuk elektronik, tidak hanya nama, nomor paspor, maskapai, hotel, transportasi, semuanya hal ihkwal terkait data jamaah yang berhaji tahun ini," lanjut Lukman.
Kemudian, lanjut Lukman, pihaknya mengaku akan terus mendorong pembuatan visa. Jemaah yang namanya sudah masuk daftar terbang tahun ini tetap akan berangkat ke Tanah Suci. "Keterlambatan ini hanya berlangsung 1-3 hari saja, hari keempat-kelima sudah kembali normal," tukasnya.
(Randy Wirayudha)