Kisah Buruh Cuci Sekolahkan Anaknya hingga S3

Markus Yuwono, Jurnalis
Kamis 10 September 2015 14:11 WIB
Buru cuci, Yuniati, sekolahkan anaknya hingga S3. (Foto: Markus Yuwono/Okezone)
Share :

Seiring berjalannya waktu, anaknya beranjak dewasa. Kemudian anak keduanya lahir. Ia tetap bertekad menyekolahkan kedua buah hatinya.

"Saya kerja menyuci (pakaian) satu keluarga, komplit dibayar Rp10 ribu. Total ya, Rp250 ribu per bulan. Saya juga kerja di percetakan, Rp300 ribu per bulan. Total saya mendapatkan Rp600 ribu, harus menyekolahkan kedua anak," katanya.

Hal itu ia terus lakukan. Pada 2004, Sakti masuk ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Kimia. Beruntung, saat itu Sakti mendapat beasiswa. Namun Yuni tetap harus mengeluarkan biaya cukup besar.

Saat awal kuliah, dirinya harus membayar Rp4 juta untuk biaya kuliah Saksi. Yulianti pun memberanikan diri bertemu Bupati Bantul, kala itu Idham Samawi, untuk meminta bantuan. Hasilnya, ia mendapat biaya separuh untuk membayar Rp4 juta tersebut.

Itu ternyata tak cukup, sebab masih ada biaya lain selama Sakti kuliah. "Dengan penghasilan pas-pasan, harus menyekolahkan anak kuliah. Saya harus dakon atau utang sana tutup sini," ujarnya.

Meski ekonomi seret, Sakti tetap ingin melanjutkan kuliah S2 di UGM. Untungnya ia dapat beasiswa lagi. Setelah lulus S2, ia melanjutkan ke jenjang S3 di Universitas Hokkaido jurusan Kimia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya