Kepada saya, dia bercerita tentang Ikin, perempuan yang sering meminjam Agung untuk mengemis.
"Mau dibawa usaha katanya, sama saya dikasih."
Agung biasa dipinjam pagi-pagi selama satu hingga dua jam. Ikin punya teknik mengemis yang disebut “bubuntungan” atau pura-pura buntung (tak punya tangan/kaki).
Dengan mengendong anak, orang-orang lebih kasihan dan Ikin bisa mendapat Rp150.000 dalam beberapa jam saja.
Hasil dibagi dua, kata Kokom. Beberapa bulan setelahnya, Agung hilang.
Kembali semangat untuk hidup
Kini, setelah Rahman lahir, Kokom mengaku semangatnya untuk hidup menyala lagi. Kokom bermimpi satu hari nanti, jika ia punya cukup uang, dia ingin menyewa kontrakan agar anak-anaknya punya atap.
"Saya mau usaha kalau punya modal, jualan bola-bola plastik," katanya sambil tersenyum.
Bola-bola plastik, katanya, banyak diminati karena anak-anak gemar bermain di lapangan rumput sintetis di alun-alun kota Bandung.
(Christine Franciska, wartawan BBC Indonesia)
(Retno Wulandari)