SEOUL – Ratusan pelajar di Korea Selatan (Korsel) menyatakan akan memboikot buku pelajaran sejarah terbitan pemerintah. Mereka khawatir buku tersebut akan membelokkan pandangan terhadap peristiwa-peristiwa bersejarah.
Pemerintah Korea Selatan berencana mewajibkan sekolah menengah dan tinggi untuk menggunakan buku terbitan pemerintah mulai 2017. Rencana ini didukung oleh partai konservatif di Negeri Ginseng. Mereka ingin menggunakan buku sejarah untuk membentuk opini politik di kalangan pelajar.
Langkah ini dikritik keras oleh kalangan akademisi di Korea Selatan. Kalangan akademisi khawatir akan ada pembelokan sejarah pada dekade 1970. Pada masa tersebut Korsel mengalami periode kelam di bawah pemerintahan diktator Park Chung-hee. Walaupun pertumbuhan ekonomi melaju pesat, di mana-mana terjadi pengekangan politik.
“Ini akan kembali membawa Korea Selatan pada era Perang Dingin,” ujar Kang Sun-a, juru bicara partai oposisi Korsel, seperti dilaporkan ABC News, Sabtu (17/10/2015).