Sementara Menteri Pendidikan Korea Selatan Hwang Woo-yea berpendapat buku-buku pelajaran sejarah sekarang terlalu berhaluan “kiri”. Dia menuding buku-buku tersebut juga terlalu bersimpati pada saudara mereka di Korea Utara. Menurut menteri berusia 68 tahun itu, seharusnya buku-buku tersebut lebih objektif dan berimbang.
Presiden Korea Selatan Park Geun-hye adalah anak dari Park Chung-hee. Pada 1979, Chung-hee tewas dibunuh dalam sebuah jamuan makan malam. Pembunuhan terhadap mantan jenderal tersebut memicu terjadinya pertumpahan darah di Korsel sebelum demokrasi berlaku pada dekade 1980.
Presiden Park menyatakan bahwa buku-buku sejarah seharusnya mengajarkan kebanggaan menjadi warga Korea Selatan. Pernyataan ini dikeluarkan Park sebelum memulai kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat.
(Hendra Mujiraharja)