BNPB menyebut, hingga kini, TNI AL telah mengalokasikan 11 KRI termasuk sebuah kapal RS KRI Banda Aceh, KRI Teluk Jakarta dan KRI Dr Suharso sudah berada di Banjarmasin. Sementara Pelni juga menyiapkan dua kapal yang dapat disiagakan jika dibutuhkan.
"Penggunaan kapal ini untuk kondisi yang sifatnya ekstrem yaitu dievakuasi ke tempat lain atau ditempatkan di ruang-ruang di kapal," jelasnya.
Saat ini, BNPB masih melakukan pendataan jumlah rumah singgah yang ada. Sutopo memastikan, pihaknya mengirimkan 450 velbed dan tabung gas oksigen untuk mendukung rumah singgah.
"Kami masih melakukan pendataan rumah singgah,dan mengirimkan ratusan velbed serta tabung oksigen," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )