JAKARTA - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat bentrok dengan kepolisian di Bundaran Hotel Indonesia hingga mengarah ke Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat saat hendak melakukan aksi unjuk rasa.
"Aksi yang kami lakukan aksi damai, rencana kami melakukan aksi di Bundaran HI tapi sebelum turun kami sudah dicegat di beberapa titik," ungkap Ketua Umum AMP, Jefry Wenda kepada Okezone, Selasa (1/12/2015).
Jefry menerangkan, kepolisian sudah melakukan penghadangan pertama kali di Tangerang. Saat itu, sekira 20 orang anggota AMP langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.
"Atribut mobil komando kami juga dihadang dan tidak bisa dibawa ke Bundaran HI di Jalan MH Thamrin tepatnya di dekat Kedutaan Besar Jerman," tegasnya.
Kemudian, saat sedang berkumpul di dekat Bundaran HI di dekat Kedubes Jerman beberapa anggota AMP dihadang dan terlibat bentrok dengan polisi.
"Kami kumpul di situ mau bersatu. Tapi kami dihadang dengan alasan keamanan kemungkinan akan terjadi bentrok. Menurut kami itu hanya alasan kepolisian saja, soalnya aksi kami kan damai," paparnya.
Usai bentrok, semua anggota AMP digelandang ke Polda Metro Jaya dengan menggunakan bus kota Metro Mini. Sebab, bus polisi tidak muat menampung ratusan anggota AMP.
(Fiddy Anggriawan )