BENGKULU - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir, membuat jalan menuju Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara tertimbun longsor. Akibatnya, ribuan jiwa yang mendiami desa tersebut terisolasi.
Kepala Desa Lebong Tandai, Munta Alimun mengatakan, selain mengisolir warga, longsor material longsoran juga menimbun jalan rel motor lori ekspres (molek) atau kereta api mini yang berada di wilayah Hutan Sumpit, sekira 200 meter dengan ketebalan material longsoran mencapai sekira 2 meter.
''Jalan menuju desa tertimbun longsor. Warga disini terisolasi,'' kata Munta, saat dihubungi Okezone, Rabu (2/12/2015).
Menurut Munta, material longsor yang menimbun rel molek, belum dapat dibersihkan karena tebalnya material yang menutup. Padahal, jalur molek ini, satu-satunya harapan warga untuk mencapai pusat Desa Lebong Tandai, yang berjarak sekira 35 kilometer.
''Kalau dibersihkan secara swadaya tidak bisa. Material longsor harus dibersihkan dengan alat berat,'' jelas Munta.
(Fransiskus Dasa Saputra)