"Prakarsa Arab Saudi tidak mencakup komitmen militer, tetapi pemahaman bahwa kami akan memerangi militansi," katanya.
Ketika mengumumkan pembentukan aliansi, Mohammed bin Salman mengatakan aliansi akan memusatkan perhatian pada usaha memerangi terorisme di Irak, Suriah, Libia, Mesir dan Afghanistan.
Wartawan BBC urusan keamanan, Frank Gardner, melaporkan negara-negara dengan penduduk mayoritas Syiah, yaitu Iran, Irak dan Suriah, tidak masuk aliansi.
Oleh karenanya, jelas Gardner, tidak jelas bagaimana aliansi ini akan melakukan operasi antiteror di Irak dan Suriah, negara-negara di mana kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) bercokol tanpa persetujuan pemerintah masing-masing negara.
Negara-negara yang dimasukkan oleh Arab Saudi ke dalam aliansinya adalah: Saudi, Bahrain, Bangladesh, Benin, Chad, Komoro, Jibuti, Mesir, Gabon, Guinea, Pantai Gading, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libia, Malaysia, Maladewa, Mali, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria, Pakistan, Palestina, Qatar, Senegal, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Togo, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Yaman.
(Retno Wulandari)