JAKARTA - Polisi membantah bahwa pelaku teror penyerangan di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin yang terjadi pada Kamis kemarin, menggunakan penembak jitu atau sniper. Guna meyakinkan masyarakat, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menegaskan, jika pihaknya telah melakukan penyisiran sebanyak tiga kali ke sejumlah gedung yang berada di dekat lokasi.
"Kita lakukan penyisiran sampai tiga kali, tidak ada (sniper)," ujar Badrodin saat berada di RS Polri, Kramatjati, Jumat (15/1/2016).
Pun demikian, Badroidin mengaku bahwa pelaku penyerangan memiliki keterkaitan dengan Kelompok Sumedang pimpinan Sulaeman. Badrodin menegaskan, akan memeriksa DNA terduga pelaku dengan pihak keluarganya.
"Sementara memang dugaan kita itu, tapi harus dicek lanjut. Keluarganya di Sumedang akan kita ambil darah untuk mencocokkan," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)