Bom Sarinah dan "Ledakan" Media Sosial

Reni Lestari, Jurnalis
Jum'at 15 Januari 2016 17:37 WIB
Aksi Solidaritas Ledakan di Sarinah (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Ledakan bom yang terjadi di kawasan Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin, seketika menimbulkan kegemparan. Namun tak butuh waktu lama, kegemparan yang lebih besar "meledak" di media sosial.

Bedanya hal ini membangkitkan optimisme dan meredam ketakutan masyarakat. Tanda pagar #kamitidaktakut yang menjadi hits bermula dari antusiasme masyarakat sekitar Jalan MH Thamrin saat bom tengah meneror.

<img src="http://i.okezone.tv/photos/2016/01/15/22887/143140_medium.jpg" alt="Aksi Dukungan Kami Tidak Takut Teror"  width="480" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive" />

Kamis 14 Januari siang, kawasan Plaza Sarinah di Jalan MH Thamrin bak magnet bagi warga di sekelilingnya. Siapa sangka, kerumunan orang yang berdiri di belakang garis polisi itu tengah menyaksikan baku tembak antara teroris dan petugas kepolisian.

Bukannya menebar ketakutan dan kepanikan, aksi teror yang sejauh ini dikabarkan menewaskan tujuh orang ini justru tumpah oleh rasa ingin tahu warga. Polisi yang mengamankan lokasi pun tampak kesulitan membendung antusiasme di antara teror tersebut.

Tak berselang lama usai aksi teror reda, netizen dihebohkan aktivitas warga ketika kejadian nahas tersebut berlangsung. Enam ledakan bom memang berhasil memantik kegemparan, namun tak membuat warga begitu saja meninggalkan lokasi.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah sesosok tubuh renta dengan kipas satenya. Pria itu bernama Jamal (65), penjaja sate di lampu lalu lintas Jalan KH Wahid Hasyim.

Tempat Jamal berdagang tak jauh dari lokasi kejadian, namun ia tetap tenang meski "dar-der-dor" mengudara tak jauh dari tempatnya biasa mangkal. Saat kejadian, ia mengungkapkan masih santai mengipasi bara di tungku satenya dan melayani pembeli.

"Waktu kejadian bom, saya lagi dagang. Mulai dagang jam 08.00, dan ketika jam 10.00 saya dengar ledakan. Saya tetap menjaga dagangan saya," katanya.

 

Aksi Jamal tersebut kemudian ramai dibicarakan, bahkan ada pula yang membuat meme dari hasil jepretannya ketika Jamal tengah membakar sate. Dalam gambar tersebut tertulis “Keep Calm and Bakar Sate” lalu dibubuhi tagar #kamitidaktakut.

Sebuah akun di media sosial Path turut meramaikan perbincangan tentang Jamal untuk meredam kepanikan publik. Pemilik akun Wimpy menulis:

“Warung sate ini hanya berjarak 100 meter dari serangan teroris, dua jam lalu dan pria ini masih memanggang satenya dan orang-orang masih memesan sate. Ini Jakarta! Kalian tidak bisa meneror orang Jakarta! takut tidak ada dalam kamus kami!"

Tagar #kamitidaktakut langsung menjadi hits di media sosial Nusantara. Seolah-olah ini merupakan perlawanan terhadap aksi teror dan teroris itu sendiri. Tagar tersebut sekaligus juga menjadi antitesis dari sikap yang umumnya ditunjukkan warga ketika terjadi bom di penjuru dunia.

Sosok lain yang muncul dan menjadi perbincangan di media sosial adalah seorang pengemudi Go-Jek yang menyelamatkan perempuan korban bom.

“Pahlawan of the day: Syaiful Anwar, driver Go-Jek, yang berusaha menyelamatkan seorang wanita korban bom Sarinah,” cuit akun Twitter @G073K.

Perempuan yang diselamatkan diketahui bernama Anggun Kartika Sari (24) yang tengah ditilang polisi karena melanggar aturan lalu lintas. Anggun dikabarkan mengalami patah kaki. Dalam foto yang ramai diperbincangkan di Twitter, Syaiful tampak menarik lengan Anggun untuk menepi dari tengah jalan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat menyatakan kasihan akan nasib Anggun yang menjadi korban di tengah tilang polisi yang menjeratnya.

"Dia lagi naik motor, salah jalan atau lawan arus gitu, terus dirazia polisi, dipanggil ke pos polisi. Pas sampai situ (pos polisi), meledak bomnya," ucap Ahok.

Namun, pihak yang tak beruntung adalah sepupu Anggun bernama Riko. Keduanya diketahui tengah berboncengan saat ditilang polisi. Sama halnya dengan Anggun, Riko pun tengah dalam perjalanan melakukan wawancara kerja di Plaza Sarinah.

Sementara itu, tagar #kamitidaktakut tidak hanya menyebarluas di media sosial, nyatanya hal itu terwujud dalam perilaku warga di tempat kejadian saat olah TKP berlangsung. Puluhan warga tampak antusias menyaksikan TKP di Kafe Starbucks, Menara Cakrawala, Sarinah, Jakarta Pusat, tadi pagi.

Bahkan di antara mereka ada yang nekat memanjat kotak kabel yang tidak jauh dari lokasi pengeboman yang dilakukan para teroris.

"Saya ingin tahu saja, kemarin saya tahunya dari TV, sekarang pengin lihat langsung. Kalau sekarang saya enggak takut kan sudah aman," ujar Herman, warga Tanah Abang yang ikut memanjat untuk menyaksikan olah TKP.

<iframe width="480" height="340" src="http://video.okezone.com/embed/MjAxNi8wMS8xNS8yMi82NzM0OS8zL0EwT09TU1M2NWFn" sandbox="allow-scripts allow-same-origin" layout="responsive"></iframe>

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya