Dalam hal ini menurut Ridwan, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM harus melakukan setting dan monitoring ke dalam sel penjara. Ia menilai Indonesia sudah kecolongan dalam hal perekrutan kaderisasi terorisme dari dalam penjara ini.
“Dari dalam penjara bisa dikader itu kan lucu sekali. Saya berani menyebut kita kecolongan. Ini di dalam penjara ya kecolongannya. Tapi yang dari luar saya rasa enggak,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )