KUPANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan pelayanan pengobatan kepada warga yang terdampak peningkatan aktivitas Gunung Egon.
"Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka sejak kemarin memberikan layanan kesehatan dan sudah memberikan sejumlah obat-obatan kepada para pengungsi yang terkena abu gunung," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Kornelis Kodi Mete di Kupang, Rabu (20/1/2016).
Pada umumnya, pengungsi menderita gangguan infeksi saluran pernapasan, seperti batuk dan pilek, karena pengaruh abu vulkanis dari Gunung Egon.
"Jumlah obat-obatan dibagikan sesuai dengan jumlah pengungsi yang melakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.
Selain itu, petugas juga memberikan masker bagi pengungsi akibat adanya gas beracun berupa sulfur trioksida yang menyebar di beberapa lokasi di bawah kaki Gunung Egon.
Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Rabu 13 Januari 2016 menyatakan status Gunung Egon naik dari Waspada" menjadi Siaga. Hingga kini, total jumlah penduduk yang sudah mengungsi sekira 1.200 orang.
(Rachmat Fahzry)