PYONGYANG – Seolah tidak puas dengan aktivitas militer mereka pasca-uji bom hidrogen pada Januari lalu, Korea Utara (Korut) menyatakan niatnya untuk meluncurkan sebuah satelit observasi bulan ini.
Satelit yang dinamakan “Kwangmyongsong” itu, rencananya akan diluncurkan Korut antara 8-25 Februari 2016 mendatang. Hal ini pun sudah dilaporkan Korut ke IMO atau Organisasi Maritim Internasional.
“Kami telah menerima informas dari Republik Rakyat Demokratik Korea (Korut), terkait peluncuran satelit observasi bumi, ‘Kwangmyongsong’ pada tanggal antara 8-25 Februari,” ungkap pernyataan IMO, dinukil Daily Star, Rabu (3/2/2016).
Di saat yang bersamaan, muncul laporan dan keluhan kubu Korea Selatan (Korsel), terhadap aksi Korut mengirimkan balon-balon yang membawa tisu-tisu toilet bekas, punting-puntung rokok dan selebaran psywar atau perang urat syaraf.
Pengiriman balon-balon itu diketahui para personel keamanan Korsel di perbatasan, di mana mereka juga menerima selebaran yang menyebutkan Presiden Korsel, Park Geun-hye, sebagai politikus kotor.
Seoul lewat seorang juru bicara, sontak mengecam aksi Korut itu yang dianggap sebagai tindakan kekanak-kanakan. Pengiriman balon yang sempat dikhawatirkan membawa senjata biokimia itu juga mendapat sorotan tajam media Negeri Ginseng tersebut.
“Terdapat kecemasan bahwa Korut mungkin mengirim benda-benda biokimia untuk menyakiti rakyat kami. Tapi setelah menganalisa dan memeriksanya, ternyata itu hanya sampah,” tulis surat kabar Korsel, Joong Ang.