Selain buaya, sudah banyak karya Ono yang menghiasi tempat-tempat di luar negeri. Ia mengaku karyanya sudah tersebar di 25 negara. "Seperti Afrika Selatan, Amerika, Inggris, Jerman, Australia, dan lainya," katanya.
Dalam menciptakan karya seni, dirinya tidak menargetkan kapan selesai. Menurutnya, seni adalah untuk seni, yang paling penting imajinasi masuk ke karyanya. Ia juga tidak mau ada menciptakan karya pesanan.
Menurutnya, apa yang ada dalam imajinasinya itu yang akan menjadi karyanya. "Mengalir saja membuatnya, tahu-tahu selesai," katanya.
Di Indonesia, karya patung besinya juga menghiasi tempat wisata Eco Green Parka, kemudian International Culture Center (ICC), di sebagian tempat di Malang, dan lainnya.
Dalam berkarya, ia sendiri tidak menargetkan akan dijual kemana atau laku. Menurutnya, seniman Indonesia harus kreatif dan tidak perlu komersil. Selain buaya, ada gajah, burung, kura-kura seberat 10 ton, pernah dibikin dari tangannya.
(Risna Nur Rahayu)