Cara kerjanya, jelas Andi, dua bilah bambu ditancapkan di titik tertentu. Antara dua bilah bambu tersebut diikatkan dengan seutas tali. Pemasangan tali tersebut akan terlihat bergerak sebagai tanda ada pergeseran di dalam tanah.
Dia menerangkan, ciri area rawan longsor yakni pepohonan yang tumbuh tampak miring, ada rekahan tanah, mudah tergenang banji namun surut seketika, dan ada retakan di dinding rumah.
Menurut Andi, pemasangan alat sederhana itu murni dilakukan para relawan tanpa melibatkan BPBD. Pasalnya, usulan memasang Early Warning System belum mendapat respon dari BPBD setempat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Nugroho mengatakan, fokus utama pihaknya saat ini adalah membuka jalan yang terputus karena longsor. Sebab akan berdampak pada perekonomian warga.
"Fokus utama adalah membuka jalur, baru selanjutnya memikirkan pemantauan," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)