JAKARTA - Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan pencegahan pada 6 April 2016, akhirnya Sunny Tanuwidjaja hari ini menampakkan diri di depan media.
Dalam keterangannya, Sunny yang disebut-sebut sebagai staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini menyatakan memang menjadi perantara dengan pihak pengusaha.
"Soal penghubung mereka (pengusaha) dengan Gubernur, iya. Karena mereka ingin kasih masukan, sungkan dengan Pak Ahok. Enggak tahu timing-nya kapan yang tepat, kadang-kadang via saya," kata Sunny usai bertemu Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/4/2016).
Sunny menjelaskan, dalam kaitannya dengan pembahasan dua raperda terkait reklamasi, ia memang menjadi perantara pihak Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) DKI Jakarta dengan paguyuban pengembang reklamasi.
Menurutnya, dalam pembahasan raperda tersebut, banyak terjadi silang pendapat sehingga terkadang ia menjadi perantara. (Baca juga: Diperiksa KPK, Taufik Sangkal Berhubungan dengan Perusahaan Aguan)
"Konsultasi dengan paguyuban. Kan selalu ada perbedaan pandangan. Mereka juga ingin menyampaikan perbedaan pandangan dari sisi mereka itu seperti apa pandangannya. Kadang langsung ke Pak Gub, kadang langsung ke saya. Interaksinya dari situ sebenarnya," jelas dia.