YOGYAKARTA - Gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 lalu masih menyisakan ingatan yang begitu kuat bagi warga Bantul. Gempa yang terjadi sekira pukul 05.53 WIB menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi warga di sana.
Warga Dusun Potrobayan, Srihardono, Pundong, Bantul, Langgeng Waluyo berkisah bahwa dirinya sudah berada di pasar untuk menjual pakaian kala gempa mengguncang. "Kayak gelombang itu, mobil saya sampai melompat," ujarnya saat ditemui di sela pembangunan tetenger.
Saat itu dirinya langsung kembali ke rumah, dan didapati temboknya sudah ambruk seluruhnya. "Istri saya bisa selamat karena pegangan pohon rambutan yang kebetulan ada di tengah rumah," ujarnya
Waluyo pun langsung menyelamatkan istrinya dan pergi ke rumah orangtuanya. Namun rumah orangtuanya ternyata juga sudah rata dengan tanah.
Rumah ibu Waluyo diketahui hanya berjarak sekitar 400 meter dari pusat gempa di pertemuan Sungai Opak dan Oya. Saat itu ada kabut tebal akibat debu karena runtuhnya bangunan. "Listrik mati dan baru hidup sekira dua minggu setelahnya," ucapnya