RIYADH - Beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) menganggap serangan ISIS di Masjid Nabawi, Madinah baru-baru ini adalah sebuah tantangan langsung terhadap keluarga Kerajaan Arab Saudi dan memperlihatkan kelompok teror tersebut berusaha menggulingkan pemerintahan monarki di negara itu.
Seorang pejabat senior kontra-terorisme AS mengatakan kepada NBC, Jumat, (22/7/2016), bahwa dengan serangan terhadap Madinah, ISIS seakan mengatakan bahwa tidak ada perlindungan dari Raja Saudi terhadap kota suci umat Islam tersebut.
“Gelar Raja Saudi termasuk “ Pelindung Dua Kota Suci”, pesan dari serangan itu adalah bahwa perlindungan itu tidak ada,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut.
“Jika (keluarga kerajaan) tidak bisa melindungi tempat-tempat itu, dan orang-orang berdatangan mengunjungi kota-kota tersebut dari seluruh penjuru dunia Islam, hal itu akan menimbulkan pertanyaan akan kekuatan kekuasaan serta legitimasi mereka,” tambahnya.
Serangan bom yang terjadi di dekat Masjid Nabawi, Madinah pada 4 Juli 2016 lalu merupaka satu dari tiga serangan bom ISIS yang juga terjadi di hari yang sama. Dua serangan lainnya terjadi di sebuah masjid di Kota Qatif serta di depan Konsulat Jenderal AS di Jeddah.