Soy Americana! Pidato Emosional Gadis 11 Tahun di Konvensi Demokrat

Randy Wirayudha, Jurnalis
Selasa 26 Juli 2016 13:26 WIB
Karla Ortiz (kiri) ditemani ibunya, Francisca di panggung Konvensi Nasional Partai Demokrat (Foto: Gary Cameron/REUTERS)
Share :

PHILADELPHIA – Isu imigran, terutama yang tak berdokumen dan ilegal, jadi salah satu isu yang cukup santer dilayangkan salah satu Calon Presiden Amerika Serikat (Capres AS) AS.

Salah satu Capres AS nan kontroversial itu, bahkan menyebutkan akan membangun tembok besar bak Great Wall di China, demi membendung gelombang masuknya imigran, terlebih yang berasal dari Meksiko secara ilegal.

Namun sejak isu ini digaungkan, hampir setiap hari Karla Ortiz tak bisa tidur. Kecemasan dan ketakutan selalu melanda gadis berusia 11 tahun asal Las Vegas, Negara Bagian Nevada tersebut.

Pasalnya, meski Karla statusnya warga AS karena memang lahir di Negeri Paman Sam, namun kedua orangtuanya merupakan imigran asal Meksiko yang hingga kini, belum punya dokumen kewarganegaraan dan berpotensi, diusir Keimigrasian AS.

Hal ini pula yang kemudian jadi bahan pidatonya di hari pertama DNC atau Konvensi Nasional Partai Demokrat, Senin, 25 Juli 2016 malam waktu setempat (Selasa, 26 Juli WIB) di Wells Fargo Center, Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania.

“Saya lahir di Las Vegas, Nevada. Orangtua saya datang ke sini (AS) untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Untuk (mewujudkan) mimpi orang Amerika,” cetus Karla yang ditemani ibunya, Francisca di panggung DNC di Wells Fargo, dinukil Daily Mail, Selasa (26/7/2016).

“Namun saya tidak merasa punya keberanian setiap hari. Hampir setiap hari saya ketakutan. Saya takut bahwa kapanpun ibu dan ayah saya bisa dipaksa pergi (dari AS). Bagaimana jika suatu saat saya pulang (dari sekolah) dan rumah saya kosong,” tambahnya yang berangsur emosional.

Kasus seperti ini turut “diangkat” kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, setelah mantan Ibu Negara AS itu bertemu dengan Karla dan keluarganya jelang Kaukus Nevada, Februari silam. Saat bertemu, Karla mengklaim bahwa Hillary berjanji akan membantu Karla soal status orangtuanya.

“Bahkan sejak saya kecil, orangtua saya sering terlihat menangis. Tapi saat itu saya tak tahu alasannya. Soy Americana (saya seorang warga Amerika)!,” lanjut Karla.

“Hillary Clinton pernah bilang bahwa dia akan melakukan segalanya untuk membantu kami. Dia mengatakan bahwa saya tak perlu khawatir lagi,” tandasnya mengakiri pidato, sembari diiringi standing ovation para pendukung Partai Demokrat di DNC.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya