BANTUL – Terkendala lahan, proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terancam gagal. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) dinilai menahan pembangunan kincir angin ramah lingkungan tersebut.
Manager Proyek PLTB wilayah Bantul dari UPC Jogja, Bayu Niko Priyambodo mengatakan, hingga memasuki pertengahan 2016, belum ada kepastian apakah pembangkit listrik tenaga angin itu bakal dibangun di Bantul. Padahal sesuai target, peletakan batu pertama proyek tersebut dilakukan pada tahun ini.
Tahun lalu, Presiden Joko Widodo bahkan telah berkunjung ke Bantul untuk meninjau lokasi calon PLTB di Pantai Selatan Bantul. Terhambatnya pembangunan PLTB tersebut, kata Niko, dikarenakan Pemprov DIY belum dapat memastikan lokasi pembangunan kincir, apakah dapat beroperasi di Bantul atau tidak.
“Karena dari info yang disampaikan ke kami, mau ada pembangunan pelabuhan baru. Rencananya di Bantul. Jadi penetapan lokasi kincir masih menunggu penetapan lokasi pelabuhan,” kata dia, seperti dikutip dari Harian Jogja, Kamis (28/7/2016).
Niko menambahkan, Pemprov DIY menganggap dua proyek pembangunan yang dilakukan di satu lokasi dapat memunculkan konflik.
“Padahal di negara lain juga ada pelabuhan yang menyatu dengan lokasi kincir. Tapi pemerintah beranggapan dua kegiatan tidak bisa dikembangkan di lokasi yang sama,” ujarnya.
Menurut Niko, kejelasan apakah pelabuhan dipastikan dibangun di Bantul juga belum ada kejelasan sampai saat ini. UPC Jogja Bayu selaku calon investor PLTB juga belum mendapat kepastian apakah akan terus berinvestasi di Bantul atau tidak, apabila lokasi pelabuhan ternyata diputuskan di lokasi yang sama.