“Kami tidak tahu berapa lama kajian penetapan pelabuhan itu. Intinya untuk PLTB ini harus menunggu kepastian lokasi pelabuhan,” tuturnya.
Ia menambahkan, perusahaan tengah fokus membangun PLTB di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Padahal rencana pembangunan PLTB di Bantul jauh lebih lebih dulu dilakukan dibanding di Sidrap.
“Di Sidrap sekarang justru sudah mulai pembangunan, padahal belakangan perencanaannya ketimbang Bantul,” tutur dia.
Niko berharap, proyek energi ramah lingkungan itu segera mendapat kepastian. Banyak kalangan menaruh harapan besar dengan proyek ini. PLTB di Bantul diharapkan menjadi jalan bagi Indonesia menuju energi ramah lingkungan.
(Fransiskus Dasa Saputra)