Menurutnya, masyarakat tidak lantas alergi dengan budaya luar yang masuk. Akan tetapi masyarakat harus mampu beradaptasi karena budaya warisan leluhur itu memiliki banyak filosofi seperti "lembut bukan bebarti lemah".
"Kalau kita lihat dari gerakan-gerakannya ada kelembutan di situ, ada keluwesan, dan ada kekuatan juga. Nah kita harus paham dengan filosofi itu," imbuhnya.
Kegiatan yang dibuka untuk masyarakat umum itu, lanjutnya, merupakan langkah awal untuk mempopulerkan seni budaya tersebut. Hal itu akan dijadikan event tahunan untuk menjaga tradisi yang ada.
Banten yang kental dengan pencak silat dan debus harus menjadi garda terdepan untuk mempopulerkan kembali warisan leluhur yang kian redup. Jangan sampai, warisan yang justru terdapat banyak makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya hilang terbawa arus globalisasi.
(Risna Nur Rahayu)