Negara Teluk Arab Menentang Kebijakan AS Terkait Gugatan Tragedi 9/11

Silviana Dharma, Jurnalis
Selasa 13 September 2016 05:01 WIB
AS izinkan korban tragedi 9/11 tuntut Arab Saudi. (Foto: Atlas Monitor)
Share :

SEKELOMPOK negara Teluk Arab yang terdiri dari enam anggota mengungkapkan keprihatinan mendalam atas disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) di Amerika Serikat terkait peristiwa 11 September 2001. Seperti diketahui, senat AS pada Jumat 9 September telah mengizinkan keluarga korban tragedi 9/11 untuk menuntut pemerintah Arab Saudi akan penderitaan yang mereka alami.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk, Abdullatif bin Rasyid Al Zayani dari Bahrain menyatakan, kebijakan yang disetujui kongres AS tersebut sejatinya berlawanan dengan prinsip hukum internasional. Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah Negeri Paman Sam adalah preseden yang berbahaya. Demikian seperti disunting Al Araby, Selasa (13/9/2016).

Rumornya sendiri telah menyeruak selama setahun terakhir. Bahkan, Presiden Barack Obama sempat bersitegang dengan Raja Saudi ketika berhembus isu AS memiliki dokumen yang membuktikan keterlibatan negara kaya minyak itu dengan serangan ke World Trade Center dan Pentagon pada 2001.

Jika disahkan menjadi UU, JASTA akan menghilangkan imunitas kedaulatan yang menghindarkan suatu pemerintahan negara yang terbukti terlibat serangan teroris di AS dari pengusutan secara hukum. JASTA juga mempersilakan penyintas serangan dan kerabat korban tewas meminta ganti rugi dari negara tersebut.

Dalam kasus ini, JASTA memperbolehkan pengusutan hukum dilakukan di pengadilan federal di New York untuk membuktikan keterlibatan Arab Saudi dalam serangan ke menara kembar World Trade Center dan Pentagon pada 11 September 2001.

Serangan 9/11 ditandai dengan pembajakan 19 militan Al Qaeda terhadap empat pesawat komersil American Airlines. Dua pesawat menabrak ke menara utara dan selatan WTC pada pukul 08.46 dan 09.03.

Satu pesawat menghantam Gedung Pertahanan AS di Pentagon. Lalu pesawat terakhir yang hendak menyasar Gedung Putih, keburu jatuh di sebuah ladang di Pennsylvania. Hampir 3.000 orang tewas akibat insiden ini dan nama-nama mereka diukirkan di tugu peringatan di Ground Zero, New York. (Sil)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya